Lagi, Mahasiswa Biologi Raih Juara II Penelitian di Bali

Facebook
Twitter
LinkedIn
Print
Email
WhatsApp
Mereka secara konsisten memperoleh juara dalam ajang penelitian-penelitian yang ada di Indonesia.

Jakarta [UNAS] – Prestasi yang diraih mahasiswa Fakultas Biologi Universitas Nasional yang bekerjasama dengan Kehati dalam Biodiversity Warrior seperti tidak ada habisnya. Mereka secara konsisten memperoleh juara dalam ajang penelitian-penelitian yang ada di Indonesia. Prestasi yang terbaru adalah Lomba Penelitian Burung di Bali (22/5) yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Biologi (Himabio) Universitas Udayana Bali.

Tiga mahasiswa biologi yang terbang ke Bali yaitu Ahmad Baihaqi, Ismail Adha dan Gusti Wicaksono. Mereka menulis artikel dengan judul ‘Si Unik yang Endemik’ dan meneliti tiga jenis burung yang berada di Desa Pelage, Kecamatan Petang, Bali.

Dalam acara Bali Bird Watching 2015 ini diikuti oleh 21 tim. Masing-masing timnya terdiri dari 3 orang. Dari pulau Jawa hanya dua tim yang ikut yaitu dari Mahasiswa Fabio Universitas Nasional dan dari Universitas Malang.
Di Bali sendiri kompetisi pengamatan ini diikuti oleh berbagai kalangan, bukan hanya dari mahasiswa saja. Ismail Adha mengungkapkan bahwa disana dari kecil masyarakat sudah diajak mengenal dan menjaga alam sekitarnya. Dalam kompetisi itu saja, siswa-siswa SMP dan SMA sudah berani berkompetisi dan tidak merasa segan melawan mahasiswa. Tujuan utama diadakannya penelitian ini adalah untuk database burung-burung yang ada di Bali.

Selain mengamati burung yang ada, para tim juga harus membuat sketsa burung, artikel tentang burung yang diteliti dan mengikuti kuis yang diadakan oleh panitia. Ahmad Baihaqi dan kawan-kawan tidak menyangka bisa mendapatkan Juara II karena baru pertama kali mengikuti kompetisi ini.

“Acara ini menumbuhkan rasa peduli dengan alam, kita bisa kumpul bersama di Bali, Acara-acara seperti ini perlu dilakukan agar kita bisa tahu keanekaragaman burung di Bali. Menjadi motivasi bagi yang lain diluar Bali agar memiliki rasa mencintai lingkungan sejak kecil seperti di Bali,” ujar Gusti salah satu delegasi yang ikut terbang ke Bali.