Jakarta (UNAS), 24 Januari 2025 – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Nasional (UNAS) terus menunjukkan peran strategisnya dalam mendukung penelitian dan konservasi keanekaragaman hayati. Salah satu inisiatif terbaru LPPM adalah peluncuran buku berjudul Ragam Biota Samota: Indahnya Keanekaragaman Hayati Cagar Biosfer Samota, yang diselenggarakan pada Kamis, 23 Januari 2025, di Ruang Exhibition UNAS.
Ketua LPPM UNAS, Dr. Nonon Saribanon, M.Si., menekankan pentingnya buku ini sebagai referensi ilmiah sekaligus media edukasi bagi masyarakat luas. “Buku ini merupakan hasil eksplorasi panjang dari tim peneliti UNAS dan menjadi bukti nyata kontribusi akademisi dalam pelestarian keanekaragaman hayati. Kami berharap buku ini dapat memperkuat kesadaran masyarakat akan pentingnya kawasan Cagar Biosfer Samota,” ujarnya.
Buku ini merangkum hasil penelitian tim UNAS yang dilakukan sejak 2019 hingga 2022 di kawasan Cagar Biosfer Teluk Saleh, Pulau Moyo, dan Gunung Tambora (Samota). Penelitian ini melibatkan akademisi, mahasiswa, serta berbagai pemangku kepentingan untuk mengungkap potensi dan strategi konservasi di wilayah tersebut.
Dalam acara peluncuran, Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Kerjasama, Prof. Dr. Ernawati Sinaga, M.S., Apt., mengapresiasi peran LPPM dalam menginisiasi penelitian strategis ini. “Buku ini merupakan sumbangsih besar bagi dunia akademik dan konservasi. Dengan adanya publikasi ini, kita dapat memahami lebih dalam bagaimana mengelola keanekaragaman hayati secara berkelanjutan,” kata Prof. Erna.
Acara peluncuran juga diisi dengan sesi bedah buku yang dipandu oleh Prof. Dr. Dedy Darnaedi, M.Sc., dan diulas secara mendalam oleh Prof. Dr. Yohanes Purwanto, Peneliti BRIN dan Dosen Magister Biologi UNAS. Dalam ulasannya, Prof. Yohanes menyoroti urgensi penelitian lanjutan yang lebih rinci mengenai ekosistem di kawasan Cagar Biosfer Samota. “Ke depan, kita perlu buku yang lebih spesifik, misalnya membahas Biota Laut, Biota Darat, dan aspek-aspek ekologis lainnya,” ungkapnya.
Peluncuran buku ini juga menjadi momen penghormatan kepada almarhum Prof. Dr. Endang Sukara, yang merupakan ketua tim penulis. Kontribusi beliau dalam penelitian dan konservasi di Samota menjadi warisan berharga bagi dunia akademik dan lingkungan.
Sebagai lembaga yang berkomitmen terhadap penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, LPPM UNAS akan terus mendorong riset-riset inovatif untuk mendukung konservasi dan keberlanjutan lingkungan. “Kami berharap buku ini tidak hanya menjadi referensi bagi akademisi, tetapi juga bagi masyarakat dan pemangku kebijakan dalam mengelola kawasan konservasi secara berkelanjutan,” pungkas Dr. Nonon.
Dengan peluncuran buku ini, LPPM UNAS semakin menegaskan perannya sebagai motor penggerak penelitian dan konservasi, serta membangun jejaring akademik yang lebih luas untuk masa depan keanekaragaman hayati Indonesia.