LPPM UNAS Perkuat Peran dalam Monitoring dan Evaluasi Program PKM Hibah DRTPM Kemendikbudristek

Facebook
Twitter
LinkedIn
Print
Email
WhatsApp

Bogor (UNAS) – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Nasional (UNAS) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung penelitian dan pengabdian kepada masyarakat melalui program hibah Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang didanai oleh Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Salah satu bentuk penguatan peran tersebut adalah pelaksanaan monitoring dan evaluasi (monev) PKM Tahap II Tahun 2024 yang dikoordinasikan langsung oleh LPPM UNAS.

Ketua LPPM UNAS, Dr. Ir. Nonon Saribanon, M.Si., menegaskan bahwa kegiatan monitoring dan evaluasi ini bertujuan untuk memastikan bahwa luaran program PKM dapat tercapai dengan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. “Kami di LPPM UNAS memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa setiap program PKM yang didanai tidak hanya berjalan sesuai rencana, tetapi juga memberikan dampak yang signifikan bagi mitra dan masyarakat luas,” ujar Nonon dalam sesi evaluasi di Kelurahan Ciluar, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, Rabu (6/11/2024).

Kegiatan monev ini turut dihadiri oleh Reviewer Eksternal dari Universitas Pakuan, Prof. Dr. Sata Yoshida Srie Rahayu, M.Si., serta Reviewer Internal yang juga merupakan Ketua LPPM UNAS, Dr. Ir. Nonon Saribanon, M.Si. Selain itu, hadir pula Sekretaris LPPM UNAS, Dr. Heru Dian Setiawan, S.T., M.Si., serta para dosen penerima hibah PKM dan mitra kerja sama.

Dalam sesi presentasi, Dr. Kisroh Dwiyono, M.Si., selaku Ketua Tim PKM, memaparkan hasil kegiatan yang telah dilakukan. Reviewer eksternal dan internal kemudian memberikan penilaian serta masukan untuk perbaikan lebih lanjut. Sebagai bagian dari evaluasi, tim juga melakukan wawancara dengan mitra dan mahasiswa yang terlibat guna mendapatkan perspektif lebih luas terkait dampak program ini.

Salah satu hasil nyata dari program ini adalah peningkatan produksi tapioka di pabrik mitra di Desa Ciluar. Sebelum adanya program hibah ini, produksi bahan baku tapioka hanya mencapai 1 ton per hari, namun setelah diberikan bantuan mesin parut singkong oleh UNAS, kapasitas produksi meningkat menjadi 1,5 ton per hari. Hal ini berdampak langsung pada peningkatan pendapatan pengrajin tapioka, yang sebelumnya hanya Rp300 ribu per hari kini meningkat menjadi Rp450 ribu per hari.

“Dukungan yang diberikan oleh LPPM UNAS dan Kemendikbudristek sangat berarti bagi kami. Bantuan ini tidak hanya meningkatkan kapasitas produksi kami tetapi juga meningkatkan kesejahteraan pengrajin,” ungkap Anwar, mitra PKM yang terlibat dalam program ini.

Lurah Desa Ciluar, Siswanto, S.E., M.Si., juga menyampaikan apresiasinya terhadap UNAS atas kontribusi nyata yang telah diberikan kepada masyarakat setempat. “Keberadaan perguruan tinggi di tengah masyarakat sangat penting, dan LPPM UNAS telah membuktikan bahwa pendidikan tinggi dapat menjadi agen perubahan dengan memberikan solusi yang aplikatif bagi masyarakat,” ujarnya.

Dengan adanya monitoring dan evaluasi yang berkelanjutan, LPPM UNAS berharap program PKM ini tidak hanya menjadi program sementara tetapi dapat terus memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat. “Kami berharap kegiatan PKM UNAS dapat menjadi bagian dari pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan serta mendukung pembangunan wilayah berbasis keilmuan dan inovasi,” tutup Nonon.

LPPM UNAS akan terus berkomitmen dalam mengawal program-program penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, memastikan bahwa setiap inisiatif yang dijalankan mampu memberikan dampak positif dan solusi nyata bagi masyarakat dan dunia usaha.

Postingan Terbaru